Jumat, 11 Juli 2014

Dagelan Lucu Quick Count TV One

Tanggal 9 Juli kemarin Indonesia sedang mencatat sebuah sejarah yang sangat besar. Dimana Indonesia melakukan Pemilu dengan calon presiden hanya 2 orang saja. Kekuatan mereka terlihat seimbang, sampai detik-detik pemilu dukungan panaspun tak dapat dihindari.

Setelah pemilu diadakan, banyak sekali lembaga survey yang menyajikan quick count. Tetapi ada yang aneh dengan quick count TV One. Yaitu hasilnya lebih dari 100%, lihat gambar dibawah ini :

Dagelan Lucu Quick Count TV One

Selain di TV One ada juga saluran TV Nasional yang hasil quick countnya lebih dari 100% yaitu MNC Group. Entah apa yang difikirkan oleh pembesar kedua televisi tersebut. Mungkin mereka mulai capek dan lelah. Tapi apapun itu, kita harus tetap menunggu real count KPU untuk menunggu hasil yang pasti. Real Count tidak dapat menjadi tolak ukur yang pasti.

Semoga setelah pemilu tidak ada kejadian luar biasa, semoga semua pihak dapat menerima hasilnya. Apapun hasilnya itu adalah pilihan rakyat.

Minggu, 14 Juli 2013

Foto-Foto SBY

Foto SBY : Karikatur Koboy
Foto SBY : Karikatur Koboy

Foto SBY : Pidato
Foto SBY : Pidato

Foto SBY : Budiono
Foto SBY : Budiono

Foto SBY : Jusuf Kalla
Foto SBY : Jusuf Kalla

Foto SBY : Jokowi
Foto SBY : Jokowi

Foto SBY : Karikatur Malaysia
Foto SBY : Karikatur Malaysia

Foto SBY : Karikatur Grasi
Foto SBY : Karikatur Grasi

Foto SBY : dan Keluarga
Foto SBY : dan Keluarga

Foto SBY : Pramuka
Foto SBY : Pramuka

Foto SBY : Presiden Indonesia
Foto SBY : Presiden Indonesia

Foto SBY : Wallpaper
Foto SBY : Wallpaper

Sabtu, 13 Juli 2013

Profil Amien Rais

Prof. Dr. H. Amien Rais atau Muhammad Amien Rais atau lebih dikenal dengan Amien Rais adalah mantan Ketua MPR-RI periode 1999-2004. Amien Rais lahir di Solo, Jawa Tengah tanggal 26 April 1944. Amien Rais salah satu tokoh penting dalam masa reformasi. Karena Amien Rais salah satu tokoh yang frontal menyuarakan reformasi untuk menggulingkan rezim Soeharto.

Amien Rais adalah salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) bersama Hatta Rajasa. Amien Rais juga mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional dari saat PAN berdiri sampai tahun 2005. Karena jasanya dalam kancah reformasi, sebuah majalah pernah menyebutnya "King Maker" karena peranannya yang sangat besar di era reformasi. Walaupun begitu, perolehan PAN saat pemilu 1999 tak lebih dari 10% karena saat itu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dibawah komando Megawati Soekarnoputri.

Bakat Amien Rais sudah tercium saat ia aktif mengikuti berbagai oraganisasi kemahasiswaan, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, serta menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Yogyakarta.

Amien Rais adalah lulusan Universitas Gadjah Mada dibidang politik. Dia mendapatkan nilai terbaik saat kelulusannya sehingga ia dapat melanjutkan studinya di Universitas ternama di luar negeri. Dan Amien Raispun semakin memperdalam dua bidang kajian yaitu politik dan Islam. Karena kemampuannya inilah ia bersama para tokoh lainnya mendirikan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Atas jasa-jasanya dibidang Politik Indonesia, Amien Rais disebut-sebut sebagai Bapak Bangsa. Akhirnya setelah Pemilu 2004 dia memutuskan kembali menjadi akademisi di Kampus dan tetap aktif di Muhammadiyah dan partainya Partai Amanat Nasional (PAN).

Biodata Pribadi Amien Rais :

Nama Lengkap : Muhammad Amien Rais
Alias : Amien Rais
Profesi : -
Agama : Islam
Tempat Lahir : Surakarta, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Rabu, 26 April 1944
Zodiac : Taurus
Hobby : Membaca | Diskusi | Menulis
Warga Negara : Indonesia

Ayah : Syuhud Rais
Istri : Kusnariyati Sri Rahayu
Ibu : Sudalmiyah
Anak : Ahmad Mumtaz Rais
Saudara : Abdul Rozaq Rais, Hanafi Rais

Pendidikan Amien Rais :

  1. George Washington University (postdoctoral degree, 1988-1989)
  2. Chicago University, Chicago, USA (gelar Ph.D dalam ilmu politik 1984)
  3. Al-Azhar University, Cairo, Mesir (1981)
  4. Notre Dame Catholic University, Indiana, USA (1974)
  5. Fakultas Sosial Politik Universitas Gajah Mada (lulus 1968)

Karir Amien Rais :

  1. Ketua MPR (1999-2004)
  2. Ketua Umum Partai Amanat Nasional, 1999
  3. Ketua Muhammadiyah (1995-2000)
  4. Anggota Grup V Dewan Riset Nasional (1995-2000)
  5. Peneliti Senior di BPPT (1991)
  6. Direktur Pusat Kajian Politik (1988)
  7. Wakil Ketua Muhammadiyah (1991)
  8. Asisten Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (1991-1995)
  9. Pengurus Muhammadiyah (1985)
  10. Dosen pada FISIP UGM (1969-1999)

Penghargaan Amien Rais :

  1. Zainal Zakse Award dari tabloid Mahasiswa Indonesia dan Harian Kami

Karya/Penelitian Amien Rais :

  1. Prospek Perdamaian Timur Tengah 1980-an (Litbang Deplu RI)
  2. Perubahan Politik Eropa Timur (Litbang Deplu)
  3. Kepentingan Nasional Indonesia dan Perkembangan Timur Tengah1990-an (Litbang Deplu)
  4. Zionisme: Arti dan Fungsi (Fisipol, UGM)
  5. Melawan Arus: Pemikiran dan Langkah Politik Amien Rais Jakarta: Serambi, 1999
  6. Amien Rais Menjawab Isu-isu Politik Kontroversialnya, Bandung: Mizan, 1999
  7. Amien Rais Sang Demokrat, Jakarta: Gema Insani Press, 1998
  8. Suara Amien Rais, Suar Rakyat, Jakarta: Gema Insani Press, 1998
  9. Membangun Kekuatan di Atas Keberagaman, Yogyakarta: Pustaka SM, 1998
  10. Membangun Politik Adiluhung: Membumikan Tauhid Sosial, MenegakkanAmar Ma’ruf Nahi Munkar, Bandung: Zaman Wacana Mulia, 1998
  11. Tauhid Sosial, Formula Menggempur Kesenjangan, Bandung: Mizan, 1998
  12. Melangkah Karena Dipaksa Sejarah, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998
  13. Mengatasi Krisis dari Serambi Masjid, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998
  14. Suksesi dan Keajaiban Kekuasaan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997
  15. Refleksi Amien Rais, Dari Persoalan Semut Sampai Gajah, Jakarta, Gema Insani Press, 1997
  16. Visi dan Misi Muhammadiyah, Yogyakarta: Pustaka SM, 1997
  17. Demi Kepentingan Bangsa, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996
  18. Tangan Kecil, Jakarta: UM Jakarta Press, 1995
  19. Moralitas Politik Muhammadiyah, Yogyakarta: Penerbit Pena, 1995
  20. Keajaiban Kekuasaan, Yogyakarta: Bentang Budaya-PPSK, 1994
  21. Timur Tengah dan Krisis Teluk, Surabaya: Amarpress, 1990
  22. Politik Internasional Dewasa Ini, Surabaya: Usaha Nasional, 1989
  23. Cakrawala Islam, Antara Cita dan Fakta, Bandung: Mizan, 1987
  24. Tugas Cendekiawan Muslim, Terjemahan Ali Syariati, Yogyakarta: Salahuddin Press, 1985
  25. Politik dan Pemerintahan di Timur Tengah, PAU-UGM
  26. Orientalisme dan Humanisme Sekuler, Yogyakarta: Salahuddin Press, 1983
Referensi :
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Amien_Rais
  2. http://profil.merdeka.com/indonesia/m/muhammad-amien-rais/

Jumat, 12 Juli 2013

Profil Hatta Rajasa

Ir. M. Hatta Rajasa atau yang lebih sering dipanggil Hatta Rajasa lahir 18 Desember 1953 di Palembang Sumatera Selatan. Hatta Radjasa sekarang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (2007-2009), Menteri Perhubungan (2004-2007), dan Menteri Negara Riset dan Teknologi(2001-2004).
Profil Hatta Rajasa
Foto : Hatta Rajasa
Diawal karir jabatannya sebagai Menteri Perhubungan terdapat rentetan peristiwa musibah transportasi yang menonjol, seperti hilangnya Mandala Airlines Penerbangan 91, kecelakaan KM Digoel dll.

Sewaktu muda, Hatta Radjasa aktif dalam organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), kemudian Hatta Radjasa terpilih sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Periode 2010-2015 menggantikan Soetrisno Bachir.

Hatta Radjasapun terpilih sebagai Bakal Calon Presiden Republik Indonesia dari fraksi Partai Amanat Nasional setelah dia resmi mendapat dukungan partai dalam Rapat Kerja Nasional PAN 2011.

Biodata Pribada Hatta Rajasa

Nama Lengkap : Hatta Rajasa
Alias : Hatta | Rajasa
Profesi : -
Agama : Islam
Tempat Lahir : Palembang, Sumatera Selatan
Tanggal Lahir : Jumat, 18 Desember 1953
Hobby : Membaca
Warga Negara : Indonesia

Istri : Drg. Oktiniwati Ulfa Dariah Rajasa
Anak : Reza, Siti Rubi Aliya Rajasa, Azimah, Rasyid

Pendidikan Hatta Rajasa

Insinyur Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Karir Hatta Rajasa


  1. Ketua Umum DPP PAN
  2. 2009-2014 Menteri Koordinator Ekonomi
  3. 2004-2009 Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu
  4. 2001-2004 Menteri Riset dan Teknologi Kabinet Gotong Royong
  5. 2000-2005 Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (DPP-PAN)
  6. 1999-2000 Ketua Fraksi Partai Reformasi DPR.
  7. 1982-2000 Presiden Direktur Arthindo
  8. 1980-1983 Wakil Manager teknis PT. Meta Epsi Perusahaan pengeboran minya
  9. 1977-1978 Teknisi Lapangan PT. Bina Patra Jaya.

Website Resmi Hatta Rajasa

www.hatta-rajasa.info/

Minggu, 07 Juli 2013

Profil Partai Nasional Aceh (PNA)

Partai Nasional Aceh (PNA) adalah salah satu partai lokal Aceh yang dibentuk oleh Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Ide dasar lahirnya PNA, dilakukan melalui penjajakan yang mereka gelar dalam sebuah musyawarah besar dengan pendukungnya yang mewakili semua kabupaten dan kota di Aceh. Dalam musyawarah itu juga Muksalmina mengatakan mereka secara bersama-sama menyusun Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga.

Pada saat pendaftaran itu, Irwandi Yusuf sendiri tidak hadir.Mereka yang datang ke Kanwil Depkumham Aceh untuk menyerahkan dokumen peRsyaratan pendirian partai antara lain, Irwansyah alias Teungku Mukhsalmina (Mantan Panglima GAM Aceh Rayeuk),Muharram Idris (mantan Ketua KPA Aceh Rayeuk), Ligadinsyah (mantan juru bicara Partai Aceh/mantan Panglima GAM Linge) Amni bin Ahmad Marzuki (mantan juru runding GAM), Tarmizi, Lukman Age dan Thamren Ananda (mantan Sekjen Partai Rakyat Aceh).Proses pendaftaran ditandai dengan penyerahan dokumen kelengkapan persyaratan yang dilakukan oleh Mukhsalmina (mantan panglima GAM Aceh Rayeuk) dan diterima oleh Kepala Divisi Administrasi pada Kanwail Depkumham Aceh, Syamsul Bahri.

Adapun susunan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Aceh adalah, Ketua Umum dijabat oleh Irwansyah, Sekjen dijabat oleh Mukhsalmina, Wakil Sekjen, Ligadinsyah, Bendahara Umum, Lukman Age dan Wakil Bendaha Umum dijabat oleh Amni Ahmad Marzuki.Dalam kesempatan itu, Mukhsalmina menegaskan bahwa ide awal pembentukan partai yang mereka motori tersebut adalah sebagai pembaharuan untuk menjadikan Aceh sebagai daerah yang bermartabat. “Partai ini adalah wadah pemersatu seluruh masyarakat Aceh dimanapun dia berada,” ujarnya, usai melakukan pendaftaran sebagaimana dimuat dalam Acehpost.com

Pihaknya pun menegaskan bahwa PNA adalah Partai untuk menampung aspirasi masyarakat yang ingin berpolitik praktis. Pengurus maupun pendiri partai ini tidak hanya dari mantan GAM, tetapi juga masyarakat lainnya, baik di Aceh maupun luar Aceh,” dan partai terbuka dan mengedepankan proses – proses demokrasi, partai akan dibangun dengan sistem musyawarah dengan mekanisme kongres.”Kita ingin nasionalkan partai ini dan bukan hanya milik orang Aceh yang ada di Aceh saja, orang Aceh yang ada diluar akan kita ajak juga untuk bersama – sama membangun Aceh,” sebutnya. P
Partai Nasional Aceh berlambang sebuah bintang putih besar yang dilingkari dua untaian padi di sisi kiri dan kanan. Masing-masing untaian padi terdiri dari 17 butir. Di atasnya juga ada lima buah bintang kecil warna putih.

“17 padi merupakan 17 wilayah GAM dan KPA. Sedangkan bintang besar itu melambangkan sebuah tumpuan harapan bagi rakyat Aceh yang bisa menerangi rakyat Aceh. Warna orange kita pilih sesuai warna vitamin karena masyarakat Aceh masih membutuhkan vitamin,” kata Ketua Umum Partai Nasional Aceh Irwansyah yang akrab disapa Muksalmina dalam konferensi pers di Aula Kantor Kanwil Hukum dan HAM Aceh, Selasa (24/4) melalui acehkita.com

Bintang besar warna putih memiliki pengertian sebagai cita-cita yang tinggi.
Untaian padi bermakna kemakmuran dan kesejahteraan.
17 Butir padi pada masing-masing untaian teritorial sejarah perjuangan Aceh.
Latar logo yang berwarna oranye bermakna kejayaan, keagungan, kebersamaan, dan kekuatan.
Lima bintang kecil di atasnya memiliki pengertian sebagai lima rukun Islam.

Sedangkan untuk Pengurus Partai Nasional Aceh adalah sebagai berikut :

Ketua Umum : Irwansyah (Tgk. Muksalmina)
Sekretaris Jenderal : Muharam Idris
Wakil Sekretaris Jenderal : Ligadinsyah
Bendahara DPP : Lukman AG
Wakil Bendahara DPP : Amni Ahmad Marzuki
Kepala Sekretariat PNA Aceh Besar : Nasri

Demikian Gambaran sekilas tentang Partai Nasional Aceh (PNA), Memang banyak kekurangan dalam penyampaian informasi ini. Jika teman-teman ingin berbagi informasinya kami ucapkan terima kasih. Dan jika Anda mendukungnya atau memiliki pilihan yang lain dapat disampaikan melalui Polling partisipasi politik Anda pada Pemilu 2014 atau melalui Partai Politik Peserta Pemilu Indonesia 2014

Sabtu, 06 Juli 2013

Profil Partai Damai Aceh (PDA)

Dalam pemilu 2014 mendatang, KPU meloloskan 3 Partai Politik lokal di Provinsi Aceh. Salah satunya adalah Partai Damai Aceh (PDA). Dan pada pemilu 2014 besok penomoran partai disamakan untuk Partai Politik Nasional dengan Partai Politik tingkat daerah. Hal ini diharapkan terbentuknya rasa kebersamaan yang berusaha diwujudkan oleh KPU.
Profil Partai Damai Aceh (PDA)

Logo Partai Damai Aceh (PDA)

Sebelumnya, Partai Damai Aceh (PDA) menyerahkan berkas-berkas administrasi kepada Komisi Independeh Pemilihan (KIP) Aceh pada hari Selasa 4 September 2012. Penyerahan berkas tersebut, dilakukan langsung oleh Ketua Umum Partai Damai Aceh (PDA) Muhibussabri AW, Sekjen PDA Teungku Khaidir, Ketua I Sophan Sofyan, Waled Seulimeum dan semua pengurus Dewan Pimpinan Wilayah. Para pengurus PDA ini diterima Ketua KIP Aceh Abdul Salam Poroh dan jajarannya.

Ketua I, Sophan Sofyan mengatakan Partai Damai Aceh (PDA) bukanlah partai baru. Partai ini diawali dengan pembentukan Partai Daulat Aceh. Karena Partai Daulat Aceh, karena Partai tersebut tidak mendapatkan jatah suara minimal untuk mengikuti pemilu berikutnya maka digantilah namanya menjadi Partai Damai Aceh. Seperti dilansir dari The Atjeh Post tanggal 3 September 2012.

"Hanya ada beberapa perubahan dalam anggaran dasar Partai Damai Aceh sekarang. Kita tetap partai ulama, visi dan misi juga tidak jauh berbeda dari sebelumnya," ujar Sofyan.

Walaupun informasi yang saya sajikan minim, tetapi saya harap cukup menjadi referensi bagi anda untuk mengetahui Profil Partai Damai Aceh (PDA). Semoga bermanfaat bagi Anda.

Referensi : http://ib.ayobai.org/2013/03/tentang-partai-damai-aceh-pda.html

Profil Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

Partai Hati Nurani Rakyat atau sering dipanggil Partai Hanura adalah salah satu Partai Politik baru di Indonesia. Bisa dikatakan Partai Hanura lahir bersamaan dengan Partai Gerakan Indonesia Raya atau lebih dikenal dengan Partai Gerindra.
Profil Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

Logo Partai Hanura

Partai Hati Nurani Rakyat dirintis oleh Wiranto bersama dengan tokoh-tokoh nasional lainnya. Mereka bertemu brsama dalam sebuah pertemuan di Jakarta sekitar tanggal 13-14 November 2006. Tokoh-tokoh tersebut adalah :
  1. Jend. TNI (Purn) Wiranto
  2. Yus Usman Sumanegara
  3. Dr. Fuad Bawazier
  4. Dr. Tuti Alawiyah AS
  5. Jend. TNI (Purn) Fachrul Razi
  6. Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh
  7. Prof. Dr. Achmad Sutarmadi
  8. Prof. Dr. Max Wullur
  9. Prof. Dr. Azzam Sam Yasin
  10. Jend. TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo
  11. Jend. Pol (Purn) Chaeruddin Ismail
  12. Samuel Koto
  13. LetJen. TNI (Purn) Suaidi Marasabessy
  14. Marsdya TNI (Purn) Budhy Santoso
  15. Djafar Badjeber
  16. Letjen. TNI (Purn) Ary Mardjono
  17. Elza Syarief
  18. Nicolaus Daryanto
  19. Anwar Fuadi
  20. Dr. Teguh Samudra
Dalam forum pertemuan tersebut dicapailah beberapa kesepakatan, seperti :
  1. Menyimpulkan bahwa Indonesia sebenarnya belum bisa dikatakan berhasil dalam perwujudan apa yang diamanatkan UUD 1945 dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan global, regional, maupun nasional.
  2. Melihat apa yang dilakukan oleh Pemerintahan waktu itu maka besar kemungkinan tiga tahun kedepan akan datang masa-masa sulit untuk mencapai suatu perubahan yang signifikan menyangkut perbaikan nasib bangsa.
  3. Karena hal itulah perlu perjuangan yang ekstra keras untuk mewujudkan sirkulasi kepemimpinan nasional dan pemerintahan yang ada untuk menyelamatkan masa depan bangsa bukan ambisi perorangan maupun kelompok semata.
  4. Untuk mencapai hal tersebut, hampir tidak mungkin jika dilakukan tanpa keberanian yang tinggi. Untuk itu dibutuhkan keberanian yang besar dalam penyusunan strategi jangka panjang terhadap seluruh tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menciptakan kestabilan, kemandirian, serta kebanggaan kita sebagai suatu bangsa yang merdeka.
  5. Untuk mewujudkan semua itu sangat mutlak dibutuhkan kepemimpinan yang jujur, bijak, serta berani untuk menggalang persatuan, kebersamaa, maupun keikhlasan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh pendiri bangsa.
  6. Mengembangkan semangat perjuangan "semua untuk satu, satu untuk semua". Yang berarti, semua harus memberikan efek yang terbaik demi tujuan bersama. Yakni pemerintahan yang bersih serta maju,
  7. Untuk merealisasikan hal tersebut perlu adanya suatu wadah, wadah tersebut adalah Partai Politik.
  8. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhai, memberkai serta melindungi apa yang diperjuangkan oleh tokoh-tokoh tersebut demi masa depan Indonesia yang kita sayangi dan cintai bersama.
Berdasarkan delapan kesepakatan itulah maka dengan resmi wadah Partai Politik dibentuk dengan nama Partai Hati Nurani Rakyat disingkat HANURA. Pendeklarasian Partai Politik ini dilakukan tanggal 21 Desember 2006 di Jakarta.

Partai HANURA menjadi peserta Pemilu untuk pertama kalinya di tahun 2009. Saat itu Partai HANURA mendapatkan suara sebanyak 3,21% di DPR RI atau sebanyak 18 kursi setelah mendapatkan dukungan suara sebanyak 3.922.870 suara (3,8%) secara nasional.

Hary Tanoe dan Wiranto : Cawapres dan Capres

Hary Tanoe dan Wiranto : Cawapres dan Capres

Dalam menyongsong Pemilu 2014, Partai Hanura dapat dikatakan mendapatkan banyak amunisi baru. Seperti bergabungnya Bos MNC Group, Hary Tanoe yang juga dideklarasikan sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Wiranto.

Tidak hanya itu, sebanyak 10 Partai Politik yang tidak lolos verifikasi KPU menyatakan bergabung dengan Partai Hanura. 10 Partai Politik tersebut adalah :
  1. Partai Kedaulatan
  2. Partai Republika Nusantara (RepublikaN)
  3. Partai Nasional Republik (Nasrep)
  4. Partai Indonesia Sejahtera (PIS)
  5. Partai Pemuda Indonesia (PPI)
  6. Partai Kongres
  7. Partai Damai Sejahtera (PDS)
  8. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)
  9. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)
  10. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)
Mungkin itu saja sedikit Profil serta Sejarah dari Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura). Semoga bermanfaat bagi Anda.

Profil Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Partai Persatuan Pembangunan atau lebih dikenal dengan (PPP, baca : P 3) adalah salah satu Partai Politik tertua di Indonesia setelah Partai Golongan Karya. PPP lahir setelah pendeklarasian oleh gabungan dari empat Partai Berbasis Agama yaitu Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Perti dan Parmusi.

Saat itu, Ketua sementara dijabat oleh H.M.S Mitaredja SH. Penggabungan tersebut dimaksutkan agar Sistem Kepartaian di Indonesia lebih sederhana untuk menyambut Pemilihan Umum pertama di masa Orde Baru tahun 1973.
Profil Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Logo PPP dan Suryadharma Ali

Partai Persatuan Pembangunan sendiri didirikan oleh lima deklarator yang merupakan pimpinan empat Partai Islam peserta Pemilu 1971 dan seorang ketua kelompok persatuan pembangunan, semacam fraksi empat partai Islam di DPR. Para deklarator itu adalah;

  1. KH Idham Chalid, Ketua Umum PB Nadhlatul Ulama;
  2. H.Mohammad Syafaat Mintaredja, SH, Ketua Umum Partai Muslimin Indonesia (Parmusi);
  3. Haji Anwar Tjokroaminoto, Ketua Umum PSII;
  4. Haji Rusli Halil, Ketua Umum Partai Islam Perti; dan
  5. Haji Mayskur, Ketua Kelompok Persatuan Pembangunan di Fraksi DPR. 
Partai Persatuan Pembangunan adalah partai berasaskan Islam dengan Ka'bah sebagai lambangnya.Namun karena tekanan politik yang ada di era Orde Baru, Partai Persatuan Pembangunan pernah meninggalkan asas keislaman dan diganti dengan asas Pancacsila.

Saat Muktamar I Partai Persatuan Pembangunan  tahun 1984, Partai Persatuan Pembangunan resmi menyatakan untuk mengganti asas Islam menjadi asas Pancasila dengan Lambang Partai berubah menjadi bintang dalam segi lima. 

Setelah Orde Baru runtuh, Partai Persatuan Pembangunan  kembali menggunakan asas Islam dengan Ka'bah sebagai lambangnya. Perubahan kembali itu resmi dilakukan saat Muktamar IV di akhir tahun 1998.  Partai Persatuan Pembangunan berasaskan agama Islam tapi Partai Persatuan Pembangunan  berkomitmen menjaga keutuhan NKRI.

Penegasan ini terwujud dalam Pasal 5 AD PPP yang ditetapkan di Muktamar VII Bandung 2011 bahwa: “Tujuan PPP adalah terwujudnya masyarakat madani yang adil, makmur, sejahtera lahir batin, dan demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila di bawah rida Allah Subhanahu Wata’ala.”

Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan pertama adalah H.Mohammad Syafaat Mintaredja, SH. Yang menjabat dari tanggal 5 Januari 1973 sampai 1978. Selain menjabat sebagai Ketua Umum, Partai Persatuan Pembangunan  juga mengenal presidium partai yang terdiri dari KH.Idham Chalid sebagai Presiden Partai, H.Mohammad Syafaat Mintaredja, SH, Drs.H.Th.M.Gobel, Haji Rusli Halil dan Haji Masykur, masing-masing sebagai Wakil Presiden.

Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan yang kedua bernama H.Jailani Naro, SH. Menjabat selamat dua Periode pertama tahun 1978 dan kedua pada tahun 1984. Ketua Umum DPP PPP yang ketiga adalah H. Ismail Hasan Metareum, SH, yang menjabat sejak terpilih dalam Muktamar II PPP tahun 1989 dan kemudian terpilih kembali dalam Muktamar III tahun 1994.


Ketua Umum DPP PPP yang keempat adalah H. Hamzah Haz yang terpilih dalam Muktamar IV tahun 1998 dan kemudian terpilih kembali dalam Muktamar V tahun 2003. Hasil Muktamar V tahun 2003 juga menetapkan jabatan Wakil Ketua Umum Pimpinan Harian Pusat DPP PPP, yang dipercayakan muktamar kepada mantan Sekjen DPP PPP, H. Alimawarwan Hanan,SH.

Ketua Umum DPP PPP yang kelima adalah H. Suryadharma Ali yang terpilih dalam Muktamar VI tahun 2007 dengan Sekretaris Jenderal H. Irgan Chairul Mahfiz sedangkan Wakil Ketua Umum dipercayakan oleh muktamar kepada Drs. HA. Chozin Chumaidy. H. Suryadharma Ali kemudian terpilih kembali menjadi Ketua Umum untuk Masa Bakti 2011-2015 melalui Muktamar VII PPP 2011 di Bandung

PPP sudah mengikuti sebanyak enam kali sejak tahun 1977 sampai pemilu dipercepat tahun 1999 dengan hasil yang fluktuatif, turun naik.

Profil Partai Golongan Karya

Partai Golongan Karya atau yang lebih dikenal dengan nama Partai Golkar adalah salah satu partai tertua di Indonesia. Bermula dengan nama Golongan Karya (Golkar) dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar).
Partai Golkar Peserta Pemilu 2014

Partai Golkar Peserta Pemilu 2014

Partai Golkar bermula saat berdirinya Sekber Golkar pada akhir pemerintahan Presiden Soekarno tepatnya tahun 1964. Sekber Golkar sendiri didirikan oleh Angkatan Darat guna menandingi pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam dunia politik.

Dalam perkembangannya Sekber Golkar bertransformasi menjadi Golongan Karya yang menjadi salah satu organisasi peserta Pemilihan umum. Golkar sendiri mengikuti pemilu di tahun 1971 (Pemilu pertama dalam Orde Baru). Dalam pemilu pertama tersebut Golkar tampil sebagai pemenangnya begitu juga seterusnya dari pemilu 1977,1982,1987,1992, dan 1997.

Kemenangan Golkar yang terus menerus ini sangat memungkinkan sekali karena saat itu Soeharto membuat kebijakan yang sangat menguntungkan Golkar seperti monoloyalitas PNS, dan sebagainya.

Setelah era Soeharto berakhir dan era reformasi lahir, Golkar berubah nama menjadi Partai Golongan Karya (Partai Golkar) dan untuk pertama kalinya mengikuti Pemilu tanpa bantuan kebijakan dari pemerintahan Incumbent. Pada Pemilu 1999 yang diselenggarakan Presiden Habibie, perolehan suara Partai GOLKAR turun menjadi peringkat kedua setelah PDI-P.

Karena pemerintahan Megawati Soekarnoputri dinilai tidaklah terlalu baik, maka para pemilih kembali menaruh harapan kepada Partai Golkar serta partai-partai lainnya seperti Demokrat, PKB, dll. Partai GOLKAR menjadi pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif pada tahun 2004 dengan meraih 24.480.757 suara atau 21,58% dari keseluruhan suara sah.

Kemenangan tersebut salah satu kado indah bagi Partai Golkar mengingat di Pemilu 1999 mereka kalah bersaing dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dibawah pimpinan Megawati Soekarnoputri. Dalam Pemilu 1999, Partai GOLKAR menduduki peringkat kedua dengan perolehan 23.741.758 suara atau 22,44% dari suara sah. Sekilas Partai GOLKAR mendapat peningkatan 738.999 suara, tapi dari prosentase turun sebanyak 0,86%.

Saat ini Partai Golkar dipimpin oleh pengusaha sukses yaitu Aburizal Bakrie yang digadang-gadang sebagai calon kuat di bursa Calon Presiden tahun 2014. Tapi dengan kasus-kasus yang membelit Aburizal Bakrie, dapat dilihat akan sulit bagi dia untuk memenangkan Pemilu 2014.